Bita Just Being Bita

Tantrum. Agak deg-degan dengar kata ini. 😦

Bita saat ini usianya udah lebih dari 18 bulan, dimana ini memasuki usia tantrum #eluskepala. Baca cerita2 orang tentang pengalaman hadapain tantrum, sempet jiper gue, sambil (mencoba) optimis “Gak kok, insya Allah Bita gak sampe gitu”.

Dan tibalah hari dimana gue ngeh tantrum telah dimulai. Continue reading “Bita Just Being Bita”

Advertisements

Tick Tock

Click Clock Click Clock!

After six years managed to be part of one automotive industry, now here I am. At the new office with a brand new role, with a bigger challenge, and hopefully a best new opportunity.

A view from the new office

I asked Allah not to give me options. I chose to resign, that was the easy part. But leaving my people there was the thing could cry me a river.

Please join me in welcoming myself on this new path. hehehhe

Guest Lecture

Kusuka guest lecture di kampus malam ini. Dosen tamu dari (ISC)2 bernama Pak Andang Nugroho. Dari awal gue emang udah aware sih sama cyber security, juga udah pilah2 aplikasi apa saja di hape yang bisa gue install dan tidak, termasuk milih aplikasi yang gak rewel minta akses ke file / kontak / manage sms dll.

Kecurigaan gue ke app yang suka minta akses ke kontak terbukti dengan adanya case banyak orang yang pinjem duit ke fintech lalu saat ditagih, yang ditagih malah teman2nya yang ada di kontak hapenya.

That’s why, banyak yang akses-nya gue not allow hahahahahaha! Continue reading “Guest Lecture”

Si bocah masih sakit + teething EMPAT gigi sekaligus (satu di antaranya adalah geraham).

Bapaknya si bocah pun sakit ketulara si bocah. Errrrr

Si emaknya deadline UTS takehome. Satu matkul beres, satu lagi paper deadline Selasa.

Gimana ya gimana ya.

Kebayang ya.. 😢

Baik. Emak siap!

#siapbegadang

Categories XYZ

Di Sana Kelak…

Semua akan dipertanggungjawabkan.

Tiap kali ada hasrat mau isi rumah alias dekor nan tak penting langsung ingat bahwa semua yang kita punya kelak harus dipertanggung jawabkan.

Tiap kali liat2 barang branded, ngiler, cari pembenaran untuk beli, kembali waras dengan ingat semua yang kita punya kelak harus dipertanggung jawabkan.

Tiap saat ingin beli aksesoris yang sungguhh gak penting, kembali diingatkan semua yang kita punya kelak harus dipertanggung jawabkan.

Jika kemarin2 banyakkkk sekali alasan untuk beli barang redundant, sekarang satu alasan saja cukup untuk menahan semua itu. Bahwa segala perbuatan kita – pilihan kita – benda milik kita – anything kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapanNya.

Kelar. Jadi urung kecentilan.