Do not underestimate anyone else!!!

Ada satu cerita yang saya alami saat saya kelas 2 SMA, saat itu kelas telah usai, dan waktunya pulang. Seperti biasa saya termasuk orang – orang yang rajin bawa buku pelajaran LENGKAP untuk yang dipelajari hari itu, dan kebetulan hari itu kelas saya juga bagi-bagi buku pelajaran yang kami pesan sebelumnya. Alhasil saat pulang sekolah buku yang saya bawa jadi ‘bejubel’.

Setelah kelas usai, saya masih di kelas, hingga segelintir orang saja yang ada di kelas termasuk saya sedangkan yang lain mulai pulang, saya letakkan sebagian buku-buku yang saya bawa di atas meja saya, sementara saya ke toilet sebentar (atau ke kantin ya??? Lupa). Pada saat saya kembali ke kelas, buku saya RAIB. Haduh, bukan main paniknya saya….. dan di kelas sudah tidak adak orang lagi, yang ada senior saya di depan kelas sedang duduk-duduk. Saya kemudian bertanya pada teman sekelas saya yang kebetulan lewat, dan teman saya itu menjawab tidak tahu. Melihat saya yang begitu bingung, senior saya berniat baik dengan bertanya “ada apa, Sha??” lalu saya menjawab “bukan apa-apa kak”, dengan tampang yang mengeras (maksudnya bukannya senyum ada orang niat baik nanyain gitu….^^), lagi-lagi saya bertanya pada teman sekelas saya yang lewat, dan mereka jawab tidak tahu. Senior saya itu mendengar apa yang saya tanyakan pada teman saya itu, akhirnya dia jawab “ooooh,,,buku itu ya??” kontan saya bengong, saya pikir kakak ini tau apa sih?? Sekelas aja nggak…. Dan aku pasang tampang bertanya, melihat muka saya itu, si kakak bilang “iya tadi aku lihat Rona masukin buku di atas meja ke laci guru, disimpan takut hilang”. Wah aku lega sekali mendengarnya, sekaligus malu. Ya, malu pada diri sendiri karena saya cuek saat menanggapi respon si kakak saat meliahat saya bingung, bahkan dalam hati saya sempat meremehkan kemungkinan adanya kepengetahuan si kakak atas letak buku saya yang Raib.

Seems so simple, isn’t it???

Ya, tetapi justru hal ini tidak pernah saya lupakan. Never. Till this second. Karena malu nya itu terasa banget, memang malunya pada diri sendiri, tetapi justru diri saya seakan menertawakan saya yang meremehkan orang lain. Padahal saya mengharapkan teman-teman sekelas  saya yang menjawab tanya itu (sekedar ekspektasi sih..), tidak tahunya si kakak yang saya PIKIR tidak tahu, justru menolong saya.

Moral value : jangan pernah anggap remeh seseorang. Never ever!!! karena kita tidak mengetahui jika tanpa disangka justru dialah yang menolong kita saat kita berharap orang lain yang membantu. Allah selalu memiliki cara Nya untuk mengejutkan dan menegur kita. Yang harus kita lakukan : menyadari setiap pertanda dari Nya.  🙂

Advertisements

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s