Letter of Victory~ Monte Cristo (Dumas)

MC

Tulisan berikut merupakan surat yang diberikan oleh Monte Cristo a.k.a Edmond Dantes kepada seseorang yang telah ia anggap sebagai anak, pria yang merupakan anak dari seseorang yang pernah berjasa pada Dantes ; Maximilien. Surat ini adalah tulisan penutup dari buku Monte Cristo karya Alexander Dumas. Bagi saya, surat ini dapat dikatakan sebagai surat kemenangan batin yang dicapai oleh Dantes (walau, jika anda membaca keseluruhan bukunya, ceritanya merupakan pembalasan dendam, tetapi lebih kepada perwujudan keadilan itu berlaku)

Berikut kutipannya, tanpa perubahan titik atau koma sedikitpun

 Maximilien yang baik,

Sebuah kapal telah menantimu di pelabuhan. Jacopo akan membawamu ke Livorno, di mana Tuan Nortier menunggu kedatangan cucunya yang ingin beliau berkahi sebelum kau bawa dia ke  jenjang perkawinan. Segala sesuatu yang berada dalam gua di pulau ini, rumahku di Champ Elysees dan sebuah rumah peristirhatan kecil  di Treport adalah hadiah perkawinan dari Edmond Dantes untuk putra majikannya, Tuan Morrel.

Ajaklah bidadari yang mulai hari ini akan mendampingi hidupmu berdo’a bagi seorang laki-laki yang untuk sesaat seperti Setan pernah merasa dirinya sama dengan Tuhan, tetapi akhirnya dengan segala kerendahan hatinya menyadari bahwa kekuasaan dan kebijaksanaan yang mutlak hanya berada di tangan Tuhan.

Camkanlah ini Maximilien, rahasia yang kutemukan dan mudah-mudahan dapat menjadi pegangan bagimu: sebenarnya dalam dunia ini tidak ada kebahagiaan atau ketidakbahagiaan itu.

Yang ada hanyalah perbandingan antara sesuatau keadaan dengan keadaan yang lain. Hanya orang yang pernah merasakan puncak kepedihan akan dapat merasakan puncak kebahagiaan. Ada perlunya suatu saat kita mengharapkan kematian, Maximilien, untuk mengetahui dengan tepat, betapa baiknya sebenarnya hidup ini.

Hiduplah, Maximilien, dan berbahagialah, wahai belahan hatiku, dan janganlah lupa bahwa, sampai saat Tuhan berkenan membuka tabir masa depan seseorang, seluruh kebijaksanaan kemanusiaan bersimpul hanya kepada dua kata ini: Menunggu dan mengharap.

                                                                                                            Sahabatmu

                                                                                                            EDMOND DANTES

                                                                                                            COUNT OF MONTE CRISTO

  

Maaf, jika makna dari keseluruhan cerita buku tidak tergambar dalam surat itu. Buku setebal 790 halaman itu mengajarkan untuk : bersabar, terus bermimpi dan berharap, tenang, belajar dari kehidupan, dan yakin. Tidak usah membalas dendam, karena keadilan akan ditegakkan, bisa dalam bentuk situasi yang mendukung kita untuk membuat mereka yang kejam menjadi lemah dan kita pun mengungkapkan fakta-fakta kebenaran.

So nice…

Advertisements

18 thoughts on “Letter of Victory~ Monte Cristo (Dumas)

  1. iya tut, boleh. antri ya…. list nya itu : yg kmrn pjm dan blm baca, lalu dek tya, kemudian ryan. baru buTut deh 😀
    sabar ya…

    Like

  2. Aduh PakTon (udah kayak Plankton atau Paton?) Jangan suka ngajarin BuEl yg gak2 don.. hahaha
    jadi dia belum selesai baca sha??? Seriosa lo?? Ehhh buseeeeeeeeeeep deh tuh orang ckckckckckckckck..

    Like

    1. PakTon??? BuEl??? BuSha? tapi tetap tidak ada yg mengalahkan BuTut 😀
      iya, belum selesai. dia kan sibuk TA, Magang dan organisasi nya tut.. skip aja kali ya? 😦

      Like

  3. aaahhh sial kau mamiiiih.. 😦
    iya udah skip aja si papiiiiih mah lama kalau mau ditungguin… ampe si kakek menggemuk jg dy ga selesai2 bacanyaaaa.. rempong klo mw nungguin si papiiih mah hahahaha 😀

    Like

    1. ananda ku sayang…. apa kata nya kalo mami skip?? kasihan…disela-sela kesibukannya kan juga butuh hiburan. 😀
      pertanyaan penting : emang kapan kakekmu menggemuk??? kalay begitu nanti ananda gak kan sempat baca. hehe…peace buat david kalo baca 🙂
      beneran deh anakku, bukunya bagus. besok mami bawa ya

      Like

  4. ya paling mami diceraikan olehnya mami siap ga?? tapi kalau demi ananda tercinta sh papi pasti rela,, modemnya aja dipinjemin setengah bulan sama papi aplg cuma sebuah buku, buku pinjeman dr mami lagi hahahaha…
    justru krn opa ga pernah gemuk makanya gawat kan klo ternyata papi nungguin opa gemuk dulu br selesai baca bukunya???
    asikasik bawa ya mami langsung kasih aku jgn ketauan papi hahahaha….

    Like

    1. ananda, dalam islam kan tdk boleh ada kata ‘cerai’. Allah membenci itu 🙂

      well… mungkin benar, tunggu kakek gemuk dlu ya.
      anyway…berhubung gw udh janji ma dy utk kasih ke dy lagi klo udh selesai, maka harus dtepati, 😀
      klo dy mau di-skip, nanti gw kasih ke tya dlu, lalu ryan, baru kemudian ananda 🙂 gmn?

      Like

  5. iya sih papih juga ga bakal nyerain mamih.. dy aja smp rela diempatin sm mamih smp2 adik tiri aq jd banyak dh huhuhuhu.. untung papi sabar

    nunggu kakek gemuk? kapan?? keburu nikah gw hahahaha (ngarep.com)

    bah masih ke dek tya dan ryan?? lama BETUL!!!! 😦

    Like

  6. yaaahh bang es bon2 gtw qta sh..narscho kan emg heboh ga di dunia nyata ataupun maya syngnya dsn br ketemu saya aja blm ada yg lain.. hahahahahaha

    yahh ga seru baca digital ntar mata saya sakitt lagi.. ga ah pakai kacamata kan ga enak.. mendingan baca bukunya bisa sambil tiduran hahahahah

    Like

  7. @kak tony : terima kasih byk link-nya..jadi bs makin memperkaya english
    @titut : exactly… NarsCho memang ajaib

    Like

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s