Kebijakan… RidhaNya

Tentang Sabar dan Maturitas

Q: mengapa kita harus menjaga perasaan orang lain sementara orang lain tidak begitu pada kita?
A: karena jiwa yang tabah akan mencapai telaga kebijakan yang kenikmatannya terasa setelah melalui kepahitan. Semakin pahit dan sulit perjalanan, semakin kita menikmati kejernihan telaga itu.

Bapak Imam Syafi’i pernah berkata kepada Ruba’i bin Sulaiman, bahwa mencapai ridha (Seluruh) manusia adalah tujuan yang tidak mungkin didapatkan.

Maka kita perlu menentukan apa yang menjadi skala prioritas, yang penting itu harus Benar secara syariat.

Rasulullah SAW pernah bersabda ‘Barangsiapa mengejar ridha Allah meskipun manusia marah, niscaya Allah akan mencukupkannya dari ketergantungan kepada manusia. Dan barangsiapa mengejar ridha manusia dengan kemarahan Allah, niscaya Allah akan menyerahkannya kepada manusia. Wassalamu’alaikum’,” (Shahih, HR at-Tirmidzi: 2414]).

Nah, Ridha Allah lah yang mesti diutamakan, jadikan sebagai skala prioritas, meski (mungkin) tidak semua orang mengerti tujuan kita. Dan jika kita menjadikan Ridha Nya sebagai prioritas, so… Laa Tahzan wa Laa Takhof… Innallaha ma’ana. T_T

Ouch… nikmat mana lagi yang kita dustakan? 🙂

Semoga kita semua bisa menikmati telaga itu dengan penuh rasa syukur kepada Sang Khalik, Sang Pencipta jiwa manusia

Aamiin

 

Advertisements

2 thoughts on “Kebijakan… RidhaNya

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s