Hati Manusia (kecil)

Terdengar kalimat kasar dari bibir seorang wanita paruh baya kepada anaknya. Ia panggil anak laki-lakinya dengan nada yang sama sekali tidak ada seorangpun ingin mendengarnya. Anak laki-laki itu, yang baru berusia sekitar 3.5 tahun, mendatanginya. Terheran-heran, dan sedikit cemas, atau takut lebih tepatnya. Lalu si anak laki-laki duduk bersisian dengan wanita tadi.

Wanita itu memarahinya untuk suatu sebab, agaknya karena kesukaan si anak laki-laki itu tidak sesuai dengan idealismenya. Kata-katanya cukup tajam untuk melukai siapapun yang mendengarnya, tak perlu dijabarkan di sini persis kata-katanya. Hingga setelah selesai urusan marah-memarahi itu, “setelah urusan dianggap selesai”, si anak laki-laki tadi tetap duduk di sisi wanita itu.

Tetap duduk. Tak bergeming.

Bibir mungil si anak laki-laki beberapa kali terlihat membuka tetapi kemudian menutup lagi, sepertinya ada yang ingin dia sampaikan, tapi tidak jadi. Atau Ia ingin membantah sesuatu yang tidak seperti si wanita tadi pikir? No idea…

Pandangan matanya nanar, terus memandangi apa yang sedang dilakukan si wanita itu. Lama ia duduk diam, tak tau harus apa. Wajahnya…. mm… sulit digambarkan ekspresi itu. Entah itu ekspresi apa, menurut saya itu ekspresi shock. Saya pikir batinnya terluka.

Memang benar, seorang anak laki-laki adalah hak milik ibunya seumur hidup sang Ibu. Hanya saja ingat : tidak ada hak bagi siapapun menyakiti, merusak, hati, fisik dan pikiran orang yang dia miliki. Tak satupun di antara kita semua berhak.

***

Teladan kita umat Muslim, Rasulullah SAW, pernah mengatakan sesuatu mengenai kasus semacam ini. Ketika itu Rasul sedang menggendong anak kecil yang kemudian tanpa sengaja mengencingi baju Rasul. Rasul diam saja. Tidak marah. Tidak protes. Tetapi apa yang ibunya anak itu lakukan? Merampas anak itu dari Rasul kemudian memarahi si anak dengan menghardiknya.

Melihat itu, Rasul berkata Noda dibajuku dapat hilang dalam sekejap, ketika aku mencucinya. Tapi urat yang putus di kepalanya karena hardikanmu, takkan hilang selamanya.”

*pelukRasul 😥

Makin cinta Rasul kan??? Ikuti ajarannya.

Advertisements

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s