Being On Time

A : (pasang muka masam)

B : (masuk mobil, dan menutup pintunya dengan perasaan guilty) Maaf, gue telat, bangun kesiangan

A : (still.. no comment)

B : Tadi malem kan kita pulang jam 1 pagi, kecapean, gue gak denger alarm

A : nih ya, gue emang sering telat kalau janjian atau kuliah, tapi gue tau mana yang bisa gue datengin telat, mana yang gak !

B : (hening)

Hello readers, What’s your opinion here ?

Saya pernah dengar percakapan seperti ini beberapa tahun lalu. Point aneh dari pembicaraan ini adalah bahwa si A memilah-milah waktu janji/schedulenya berdasarkan kategori boleh telat dan tidak boleh telat. Is it proper, anyway?

Hablumminannaas.

Jangan dengan sengaja menyakiti hati manusia.

Rasanya tidak perlu dijabarkan panjang lebar di sini, pembaca pasti mengerti pesan yang saya maksud. 🙂

 

 

Advertisements

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s