Ikan Cuek-Tongkol Sambal Panggang

Assalamualaikum…

Update ah update.

Ceritanya kemarin gak ngantor karena sakit, sorenya bosen. Inget udah pesen ke Pak Bejo tukang sayur untuk beli ikan, dan bumbu-bumbu lainnya. Akhirnya muncullah ide bikin ikan panggang ini. Resepnya standar, sering ditemukan di warteg, BUT… this is healthier. Kenapa? karena kita gak goreng ikannya sampai matang, dibikin setengah matang saja, sisanya dipanggang plus bumbunya.

Here is the receipe

  1. 17 potong ikan cuek tongkol yang sudah dibersihkan
  2. cabe merah keriting (jumlahnya sesuai selera, saya pakai 8 )
  3. bawang merah 5 siung
  4. bawang putih 4 siung
  5. tomat (Setengah aja cukup, sisanya makan gadoin aja 😀 )
  6. gula jawa sesuai selera (potong kecil-kecil)
  7. garam
  8. lada putih
  9. jeruk nipis satu buah
  10. daun jeruk 2 lembar

Cara membuat :

  1.  lumuri ikan cuek-tongkol dengan jeruk nipis dan lada putih. sisihkan.
  2. ulek atau blender cabe merah, bawang putihg, dan bawang merah.jangan terlalu halus, blender kasar saja.
  3. tumis bumbu yang dihaluskan tersebut.
  4. setelah mulai harum, masukkan gula jawa, kemudian tomat yang sudah dipotong-potong.
  5. sebelum diangkat, bubuhkan garam dan lada putih.
  6. aduk sebentar, lalu angkat. sisihkan
  7. goreng ikan, setengah matang dengan minyak yang baru.
  8. setelah 3-4 menit, angkat
  9. lumuri ikan dengan bumbu di atas loyang
  10. oven selama 20 menit, dengna suhu 180 C
  11. Langsung angkat, sajikan.

Masih anget-anget, eh suami pulang… setelah berbenah langsung dilahap. Mas (juga Dona, adek perempuan yang “kebetulan” ke rumah) doyan banget. Bumbunya meresap, dan gak terlalu asin. Alhamdulillah… pertama kali masak ikan sendiri nih. Males amisnya.. untungnya ikan cuek-tongkol ini gak amis. Sajikan bersama sayur bening. 17 potong hanya bersisa 2 potong sekarang, setelah saya ngamuk-ngamuk mas gadoin ikannya dengan semena-mena. hahaha… GO HIDUP SEHAT GO!!

TIPS :

  1. Di bumbunya kalau ditambahin kemiri sangrai yang kemudian diblender juga enakkk… kemirinya sebanyak satu genggaman tangan, diblender aja, masukin ke tumisan sebelum gula jawa. (Kemarin gak pakai kemiri juga sudah enak, pak Bejo lupa bungkusin kemiri ke plastik pesenan saya.Zzz…)
  2. Jangan lumuri ikan dengan garam lagi ya, ikannya udah agak asin.
  3. Minyaknya jangan banyak-banyak, demi kalori yang stabil untuk tubuh. Pilihlah minyak yang dua kali penyaringan.
  4. Ingat, gorengnya jangan sampai matang, khawatir menyerap minyak lebih banyak. Kurang sehat, kawan 🙂

Maaf yah… fotonya gak ada…sudah dibilang kan? saya telat kalo foto2 makanan, udah disamber duluan soalnya -_-

 

Advertisements

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s