Bulliying Does Exist

Ternyata bulliying bukan hanya di TV aja. Baru tau kalau dalam kehidupan sehari-hari pun ada. Saya yang selama ini (alhamdulillah) belum pernah rasain bulliying, cukup kaget juga dengar kisah temen-temen yang udah ngantor sekarang.

Aneh kalo status “udah kepala tiga-perempuan=belum-nikah” dijadiin alasan bisa ngebully orang lain. Atau merasa superior dan saat melihat orang lain bisa melakukan lebih dari demand, dijadiin alasan untuk bilang “lo sok pinter”.

Denger cerita temen saya itu saya jadi gemes. Temen saya emang pinter, cerdas, ngerti banyak hal yang gak ada di textbook, dan dia bukan tipe yang “nyombong” atau suka pamer. Ceria banget. Gaul (ini poinnya, anak gaul metropol juga bisa kena bully). SIGH

What is the point by doing bully?

Makes other feels worse doesn’t make us happy at all.(inspired by Glee).

Kalau ada orang lain melakukan hal serupa, mencoba dengan sengaja nyakitin atau sekedar bikin kesel, bisa jadi mereka mengalami salah satu hal dari tiga poin berikut (bisa dua, bisa semuanya) [sumber]

  1. They hate themselves
  2. they wanna be you
  3. they see you as a threat

Gak dalam kasus bully aja, Saya pernah alamin kasus ‘aneh’. Di fesbuk. Saya gak kenal wanita ini, tapi dia tag some photos ke calon suami saya (mas, red) yang menurut mas dan saya saat itu “gak penting”.

Sebenernya foto itu wajar (kalo ditag bertahun-tahun sebelumnya), tapi kalau liat status saya saat itu saya dengan mas yang sudah “head to married”, fotonya jadi sebuah indikator bahwa wanita ini mencoba “menarik perhatian saya” or tried to make me upset.

Saya malah jadi tau kalo ada “perasaan” yang dia kasi ke saya. Beberapa komen-komennya di fb mas juga jadi indikator.

Saya diemin aja (unimportant thing to get reaction).

Beberapa teman saya yang pernah alamin kasus serupa malah bilang “dia pengen lo respon el.. dia puas kalo lo respon”. 😆 Tapi ya sudahlah ya, mas take her easy, begitu harusnya saya, setelah nikah saya yang remove satu-satu tag photos nya, 😛

Saya juga tau semua chatnya ke mas, mas dan saya menerapkan sistem transparansi. Kalo dia dateng ke mas dengan chat, mas kasi tau, “tadi aku chat sama blahblahblah …” Hihihi (love mas deh 😀 )

Itu tadi sepenggal kisah yang bisa saya share, yang mungkin banyak dialami. Sekarang udah gak ada distraksi berarti.

Kalau mau liat yang ektrem, liat aja para cagub Jakarta berkampanye yang kata-katanya secara tersirat mencoba menjatuhkan lawannya.

So.. kalau tau fakta alasan psikologis di balik cara mereka mencoba makes us down, sad, upset, or anything, malah bikin kita ketawa sendiri kan? Maybe they wanna be us, may be they hate their life?? or even.. they feel inferior and think we threat them that much. 😉


Advertisements

2 thoughts on “Bulliying Does Exist

  1. I like this quote….

    “Maybe they wanna be us, may be they hate their life?? or even.. they feel inferior and think we threat them that much”….

    Like

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s