Persaingan Ibu-Ibu

-__- Zzzz

Di kalangan buibu pun ada persaingan ternyata, gak hanya tentang fashion aja, or karier, tapi juga sampai anak dikasi ASI or sufor, prestasi si anak apa aja, dan juga… sampai ke “di rumah kamu udah ada barang apa aja”.

I am stunning

Menjadi wanita yang sudah menikah, apalagi yang sudah punya anak, perannya besar, banyak yang harus dikerjain. Tapi sempat mikirin ranah tetangga? or temen kantornya? temen komunitasnya? atau bahkan orang yang sama sekali gak dikenal, kenal juga karena baca blognya?

Dulu waktu saya masih kelas 2 SD, ada ibunya sahabat saya ambil rapor. Saya waktu itu yang ambil rapor adalah papi. Setelah ambil rapor, si ibu deketin papi dan tanya nilai saya gimana, papi jelasin dengan singkat. But.. si ibu belum puas, papi dengan cueknya buka buku rapor saya dan kasi liat nilai-nilai saya ke si ibu.

Setelah liat, si ibu diem, dan langsung pamit pergi. LOL!!! 😆 papi cerita ke kami sambil ketawa-ketawa! beberapa hari kemudian kami tau kalo ternyata nilai anak ibu itu “kurang beruntung”. Segitunya ya. Oh, OK. Positive thinking nya sih saya saat itu dijadikan tolak ukur untuk menilai kemampuan anak si ibu :mrgreen:

Ada lagi, beberapa saat yang lalu, sahabat mas dan istrinya silaturrahmi ke rumah, bincang-bincang… seru juga ternyata tau dunia ibu-ibu. Sang istri pun mengutarakan bahwa enggan ikutan arisan di neighborhoodnya. Suka enggan kalo ada tetangga yang sebenernya tanpa tujuan ingin ngerumpi di rumahnya. Gak lain karena males kalo para tetangga menilai keadaan finansial mereka dari barang apa yang mereka miliki dan apa yang belum mereka miliki.

Biasanya setelah bertamu, para tetangga akan bahas “hasil observasinya” ke tetangga-tetangga yang lain 😐 Berita bagus yang disebarin aja nadanya masih sumbang (si A baruuuu aja kredit mobil lhooo), apalagi yang berita gak enaknya… fales banget nadanya.

Mengenai breastfeeding, rasanya bangga bisa kasih asi eksklusif ke anaknya, tapi apakah dengan begitu mereka berhak judge ibu lain yang gak bisa (catet. gak bisa. bukan gak mau) kasi asi adalah ibu gagal?

Adalagi yang anaknya dibanding-bandingkan dengan anak lain yang menurutnya lebih superior “wahhh anak si x lebih ceria lhoo, digendong siapa aja mau, gak kayak anak kamu” or.. “anak kamu kurus banget ya, gak kayak anak si z” 😐 ibu mana yang gak sedih digituin?

Here I tell you, banyak alasan di balik semua yang dilakukan orang-orang kan. Ada yang gak punya barang karena males nanti kebanyakan barang saat pindahan ke rumah baru, contohnya saya, mas disiplin banget masalah ini. huehehehe. Atau anaknya dikasih Asi atau gak? semua ibu tho pengen yang terbaik untuk anaknya, semua ibu pasti pengen kasih yang sehat dan alami untuk anaknya. Tapi kalo pilihannya “Sufor or lapar” Jangan judge si ibu adalah mom-gagal.. DSB,

Banyak kasus saingannya, kalo saya jabarkan bisa jadi satu buku.

Urusan kita sudah banyak, gak usah mengusik ranah lain.. aktualisasi diri kita sendiri aja, boleh compare ke orang lain, tapi bukan untuk judge mereka jika ternyata mereka inferior lho 🙂

Alhamdulillah belum alamin kejadian begini kecuali pas saya SD tadi, belum pernah digosipin jelek-jelek pasca nikah (atau sayanya gak tau ya? 😆 ), kalo pas kuliah atau SMA sih sering :D. Mudah-mudahan kita semua terlindung dari segala macam penyakit hati ya. aamiin 😉

Inspirasi: Silaturrahmi, dan Blogwalking.

Advertisements

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s