URUS KEPENDUDUKAN #2

Part ini bahas gimana kami jalan sendiri urus semuanya. Part sebelumnya di sini.

Jumat pagi jam 10, kami berangkat ke kelurahan, ketemu pak A untuk ambil surat pengantar dari kelurahan untuk kecamatan. Kami bilang baik-baik ke pak A bahwa kami urus sendiri aja semuanya, dan sementara ktp asli jadi dua bulan, kami bikin ktp musiman dulu. pak A gak masalah. 😮

here we go. ke kecamatan dulu. urus ktp musiman.

to be noted: untuk urus ktp musiman, minta surat pengantar dari pak RT dan pak RW dulu. Siapin juga pas foto 2×3

DI KECAMATAN

Nah di kecamatan, ketemu petugasnya. sebut saja mbak x dan pak z.

Kami jelaskan kami ingin bikin ktp musiman. Dijawab gak bisa!! *panik* karena ktp musiman itu untuk warga yang punya ktp daerah, terus pengen bikin ktp setempat, dan statusnya belum dicabut dari kependudukan di daerah.

Lha mas udah dicabut kependudukannya dari malang, jadi gak bisa bikin ktp musiman.

Solusi yang ditawarkan kantor kecamatan untuk kami:

  • Case gue          : disarankan bukan ktp musiman, tapi bikin Kartu Identitas Pendatang Baru (KIP). mirip KTP bentuknya. karena dokumen gue belum lengkap, gue juga belum lapor disdukcapil bekasi, dan belum bikin skck. bayar administrasi 20ribu. BERES. (tapi peer nih, harus ke bekasi lagi urus skck dan surat pindah disdukcapil bekasi)
  • Case mas          : diminta lapor disdukcapil dulu, karena expire. radio dalam V kan jauh, ribet, untungnya si petugas kecamatan kasi solusi. kami cukup titip denda expire itu ke kecamatan, nanti kecamatan yang bawa ke disdukcapil. dendanya cuma 10ribu. ongkos ke radio dalam kan 15ribu (bensin). upah ketik surat pengantar dari kecamatan untuk kelurahan 15ribu. jadi kami cukup bayar 40ribu untuk surat-surat mas. BERES!!! gak perlu ke radio dalam jauh-jauh.

kembalilah kami ke kantor lurah. 😆

DI KELURAHAN

Di kantor lurah serahkan surat pengantar dari kecamatan tadi, dan dibuatkan lah kami surat resi, bayar lagi 20ribu. errrrr… ktp dan KK jadi dalam waktu 1.5 bulan untuk pendatang baru. yaayyy!!!

Surat resi-nya berguna untuk kemana-mana, ke bank, mudik, dsb. Jadi gak was-was lagi tanpa ktp.

Beres sudah.

Kalo ditotal-total pengeluaran kami (plus ongkos-ongkosnya):

  • KIP gue             : 600 rupiah (pas foto) + 10ribu (surat pengantar erte erwe) +20ribu (biaya administrasi bikin KIP di kecamatan = 30.600 rupiah.
  • KTP mas            : 20ribu (surat pengantar kelurahan- kecamatan)+40ribu (denda administrasi keterlambatan dan upah ketik administrasi)+20ribu (surat resi)=80ribu
  • ongkos kelurahan – kecamatan, pulang pergi = 27ribu
  • TOTAL BIAYA = 137.600

Saran

Lebih baik kita urus sendiri aja semua urusan kependudukan kita. Bukannya pelit, tapi gak mau ditipu kan?

Prosedurnya sebenernya simpel, tapi dibikin terlihat susah untuk kita, agar kita pakai jasa mereka, terus bayar mahal deh 😡

Contoh case mas tadi. Kelurahan bilang ke disdukcapil dulu karena expire suratnya, dan belum tentu juga diterima disdukcapil karena expirenya hampir setahun, kemudian ke kecamatan. panik deh kami, pengen pake jasa pak A. kena 200ribu kalo jadi.

Untungnya kami ke kecamatan dulu (thank Allah yang menggerakkan hati kami ke sana dulu untuk urus musiman), kecamatan bisa bantu dititipin denda ke disdukcapil. Cuma 10ribu plus 15ribu ongkos (25ribu). Beres :mrgreen:

EPILOG

call it long-bureaucracy.

Pulangnya jalan-jalan, buka puasa di tempat favorit. legaa!

Advertisements

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s