Jualan Kok Gitu…

Banyak penjual yang baik, jujur, amanah, ramah, dan terbuka masalah dagangannya. Yang kebalikannya juga ada (banyak malah). Untungnya.. gak banyak pengalaman buruk yang gue alami. Alhamdulillah nya akad jual beli yang kami alami lebih banyak “sama-sama puas” 🙂 Barokalloh untuk pedagang-pedangan jujur tersebut 🙂 🙂 🙂

Nah yang mau gue bahas tentang pengalaman-pengalaman buruk gue (kami) dalam berbelanja. Kalau pengalaman yang bagus-bagus sudah gak perlu dibahas ya, semua orang juga punya dan tau standar jual-beli yang enak. Pengalaman jelek yang mau gue share supaya bisa jadi learning points buat yang baca (if any) dan buat pengingat gue di kemudian hari. Sedikit berbagi….

1. Gak jujur masalah stok
Gue lagi, you can say, obsesi sama mukena katun jepang / mukena giggles yang lagi hits waktu itu (dan ternyata masih sampai sekarang). Sempat sekilas cari di google, entah kenapa gak sreg sama hasil pencariannya. Gak yakin kalo blog atau web yang jual itu masih update stok nya di blog atau web mereka itu. Ribet juga. Kemudian ‘melipir’ ke Instagram (yeah yeah I know, Instagram is ‘that’ kind of social media :mrgreen: ). Dengan banyaknya hashtag, gue ketemu dengan satu account yang jual mukena katun jepang dengan harga (tergolong) murah, jahitan bagus (ada foto jaitannya), produksi sendiri, dan renda pinggirannya gak lebar. They meet my requirements…

Di antara banyak pilihan warna, gue suka sama satu warna biru, yang menurut gue warnanya gak mainstream. Coraknya elegan.. lalu gue contact si penjual. Kami terlibat obrolan singkat. Penjualnya ramah.. si adik ini (ya lebih mudah dari gue, masih kuliah pula) bilang warna yang gue suka out of stock. Sedih kakaaa T_T satu-satunya warna yang gue suka dan manis.. tapi si penjual ini marketing nya bagus, dia nawarin corak lainnya dengan warna senada, sama-sama biru. Gue gak tertarik. Gue tegasin sukanya sama biru yang pertama, dan si penjual juga mengonfirmasi ulang bahwa corak yang itu sudah TIDAK PRODUKSI lagi (sengaja gue capslock, karena bold nya memang di situ) Tawaran si penjual tidak segera gue jawab. Gue masih cari di olshop lain siapa tau ada.. tapi seperti sudah diduga corak itu anti mainstream banget, gak ada lagi yang jual. Dan anehnya kenapa barang apapun yang gue suka biasanya susah didapet? Tanya kenapa 😥

Akhirnya gue pikir biru ke dua juga bagus, walau gak sebagus yang pertama. Gue order. Bayar jam 12. Jam 1 sudah terima resi. It amazed me that much... Fast response, dan barang yang dateng juga sesuai sama di foto. Jaitan rapi dan kuat. Bahan ok. Top.

Keluhannya datang beberapa hari selanjutnya. Gue memang follow olshop itu, yang gak sengaja pas ada stok baru yang dipajang di foto nya, gue kaget dan kesal karena corak yang diincer ADA di foto baru tsb. Walaupun modelnya memang beda, bedanya hanya di plus sejadah dalam bentuk tas. Immaterial perbedaannya.. yang penting kan coraknya.. fix lah jadiin olshop ini ‘catatan’.

Dapat disimpulkan bahwa penjual ini cenderung menghabiskan stok lama dulu. Gak ada yang salah dengan itu. Sayangnya tidak jujur… Bukannya corak itu gak diproduksi lagi, melainkan berbeda model. Itu beda 😡 Di sini gue merasa dirugikan.

2. Apa yang ditulis hanya untuk penarik customer. Belum tentu benar.
Lagi belanja mingguan di farmer market. Ditawarin sama mba-mba jualan juicer produknya. Gue punya pengalaman ditawarin trus gue ladenin malah jadi panjaaannnggg plus nolaknya makin lama makin susah, jadi gue kasi senyum penolakan ke mba juicer itu. Ehh masih usaha dia nya, usahanya ke mas. Mas yang emang selalu berusaha menerapkan pola hidup sehat tentunya tertarik. Sudah gue kodein aupaya cepet2 pergi, teteup mas lanjut amatin juicer nya.. zzzzzz

Gue putuskan biarin aja si mas sampe puas kenyang dengeri mba2 nya jelasin. Gue keliling2 freezer cari nugget. Mas masiih aja berkutat sama juicer. Pembeli nya juga mayan banyak. Sampe gue pegel gue samperin. Duduk liat mas yang excited liat juicer nya. Eh salah satu mba nya ngerayu gue supaya approve mas beli juicer. Gue jawab “terserah suami saya”. Dia respon “iya ya bu, gapapa ya bu”. Harga yang tercantum sekitar 200ribuan dengan cc HSB* sempat mikir murah banget untuk ukuran juicer.

Setelah (mungkin) 30 menitan dengerin penjelasan mba2nya, mas deal untuk beli. Angka dimasukkan ke EDC, gue yang lagi duduk dan posisinya jauh dari EDC langsung ngeh kok jumlah digitnya beda 😮 Kalau ratusan ribu cuma 6 digit. Ini 7 digit. Gue langsung samperin sambil pegang lengan mas, jaga-jaga jangaaaan sampe pin nya dipencet. Bener aja. Harga yang tercantum 2jutaan. Gue dan mas sampe noleh bolak-balik ke tulisan promonya. Dari 200ribuan jd 2jutaan. Akhirnya mba2nya jelasin kalau harga 200ribuan itu untuk CiCILAN pakai cc.. bilang dong mbaaa dari tadi. Setelah gue flashback sebentar, emang sih mba-nya sempat info harganya 2jutaan, tapi disela-sela obrolan tentang sistem gear juicer nya, jadi kami gak ngeh akan angka itu. Hebat lho marketingnya. Belum lagi bilang “promo CC nya cuma hari ini lho pak..” Zzzzzzz no kami gak mau ketipu dua kali. Sorry.. 😉

Langsung jauh-jauh dari mereka. Sudah gak jujur ini. Selanjutnya kami sering ketemu mereka di farmer market, dan cara mereka jualan belum berubah, tetap cantumin harga 200ribuan itu. Mana yang katanya “promo cuma hari ini” itu.. 😐

3. Screencapture testimoni
Well.. mungkin ini di gue aja gak suka testi dari gue di-share secara vulgar. Kalau belanja online, biasanya kita akan kasih kabar ke penjual bahwa barangnya sudah sampai, demi menghilangkan rasa cemas si penjual. Nah.. ini biasanya isi chat nya di-screencap oleh mereka dan dipajang di akun jualannya.. gak masalah kalo nama dan atau nomer hp gue disensor, ini malah gak. Contohnya di nomor 1 tadi setelah gue beli mukena. Nama bbm gue dipajang lengkap2 😡

Akhirnya beberapa kali gue beli online, seringnya gue gak kasih kabar lagi kalo barang sampai, kecuali ditanya. Pernah juga gue tegur penjual untuk sensor nama or nomer hp gue, yang akhirnya si penjual hapus foto testimoni itu. Which is good.. 🙂

Gue yakin musti banyak pengalaman lainnya yang unik tentang belanja.. Semoga selanjutnya kita dikelilingi oleh pedagang yang jujur dan amanah.. karena jual beli yang kedua belah pihak sama2 puas jatuhnya akan menjadi pahala 🙂 lupa hadits atau dalil nya di Quran. Nanti di-update kalau sudah ketemu :mrgreen:

Boleh dong sharing kalau ada pengalaman serupa.. 🙂

 

Advertisements

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s