Hari Inspirasi ~ Kelas Inspirasi

Hai hello..

Mau bayar utang janji ke diri sendiri untuk posting event Kelas Inspirasi kemarin (lanjutan post Menuju Hari Inspirasi). Telat banget sih ini. Tapi dijamin gak basi. Karena event ini gak habis-habis dibahas, gak habis-habis dikenang…   :p

Lanjut yaa..

Sampe di sekolah SDN Semper Barat 05 Priok itu sekitar jam 6 kurang. Langsung ke ruang guru yang dijadiin ‘basecamp’ nya, briefing sebentar, sambil tunggu upacara bendera selesai (hari inspirasi kali ini jatuh di hari Senin, 2 Mei 2016, hari pendidikan nasional). Setelah upacara, kami lakukan opening, berupa perkenalan para relawan ke murid-murid yang datang. Murid kelas pagi saat itu adalah kelas 4, 5 dan 6. Jadi yang kelas siang nanti dapet closing..

image
Opening

Habis perkenalan yang durasi nya sekitar 15 menit itu, adik-adik nya langsung masuk kelas masing-masing. Waktu yang dinanti tiba… deg-degan… dan persiapan selama ini akan dibuktikan kesuksesannya hari ini. Berdoa dalam hati gak kami lupakan. Game on!

Saya kebagian jam pertama! Wohooo! (Dari total 5 kelas yang tiap Inspirator harus masuki) Kelas pertama saya adalah kelas 4A. Saat masuk kelas tersebut, first impression nya ‘oke, mereka tenang gak berisik’. Lalu saya jalankan semua lesson plan saya. Satu demi satu. Saya terkesima.. mereka ini saking terpesona ma saya sampe kalem begini, atau saya segitu tidak menariknya sampe mereka sangatttt tenang. Tapi kalo ditanya, mereka jawab lho (teteup dengan tenang), kalo diajak game juga bisa dan fokus. Saya kurang paham ini arti psikologisnya apa, saya sampaikan saja materi saya.. dan berharap apa yang saya share meresap ke hati dan pikiran mereka.

Saat keluar kelas itu saya speechless 😀

Jam ke dua saya kosong, jadi bisa ke basecamp dan menata materi sambil gosip sharing pengalaman pertama sama Inspirator yang lain. Masing-masing sharing tadi di jam pertama mereka gimana, dsb. I took notes from other Inspirators’ experiences.

Lalu masuklah saya di jam ke tiga. Kebagian kelas 6. Surprisingly mereka masih inget nama saya, padahal perkenalan tadi cuma sekilas *duile, mereka inget juga palingan karena film Frozen * :p

Kelas ini beda dengan kelas sebelumnya. Kelas ini responsive sekali! Pas ditanya siapa yang mau akting jadi boss dan karyawan, saat saya lambai-lambaikan properti pendukung untuk akting, mereka rebutan sampe maju ke depan buat ambil properti nya.

image

Yang lucu ada dialog seperti ini

Cowok B: Bu, umurnya berapa?
Saya: 26. Kenapa?
Cowok B: Oo.. kok masih muda?
Saya: #eaaa #blushing
Cowok A: Udah nikah?
Saya: Udah..
Cewek C: Udah punya anak?
Saya: Belum.. Kenapa?
Cewek C: Mau dong jadi anak ibu…

#eaaaa 😆 😆

Pengalaman sharing ke adik-adik SD memang bukan hal yang baru buat saya. Di kampus dulu juga punya program baksos les private gratis. Tapi kali ini beda. Kami bawa profesi kami untuk dikenalin ke adik-adik yang (sebagian besar) taunya itu profesi famous seperti: Dokter, Arsitek, Polisi, Astronot, Guru, dsb. Mereka belum paham apa itu Organization development (OD).. apa itu Procurement.. Konsultan Pajak.. Konsultan Hukum.. dll karena itulah supaya mereka paham, saya sebut istilah HRD sebagai alias dari profesi OD saya ini.

Di tiap kelas musti saya tanya “ada yang tau gak HRD itu apa? HRD itu ngapain?”

Murid 1: yang mecatin oraaangggg!
Saya: …………….. *speechless*

Murid 2: yang naikin gajiiiii
Saya: (girang) iya betulll

Murid 3: yang nurunin gajiiiiii
Saya: ………………

Murid 4: yang bagi-bagi sembakoo!
Saya: T____T

Well.. paling gak mereka tau lah ya HRD itu ‘yang mana’ hihihuhuhihuhihuhi zzzzzzz

Berarti mereka tau konsep naikin gaji, nurunin gaji, atau istilahnya reward & punishment. Saya bawa mereka ke next step: simulasi reward & punishment. Saya contohkan si A nitipin risoles ke si B buat dijual ke temen-temen sekelas, dengan gaji 100ribu per bulan.

Saya: misalnya ternyata si A nitipin ke B 30 risoles buat dijual, tapi cuma laku 7, gituu terus selama sebulan

Mereka: *nyimak*

Saya: kira-kira si A sebagai bos gimana? Naik atau turun gajinya?

Mereka: turuuuunnnn

Saya: jadi berapa?

Murid 1: sepuluh reeebuuu
Murid 2: limapuluh aja limapuluh

Saya: anggap aja turun jadi 90ribu yaa

Mereka: iyaaa

Saya: tapi ternyata, kata temen2 si B, B itu kalo jualan caranya baiiiiikkk banget, ramahhh banget, gak maksa, walaupun yang laku 7 risol aja. Kira-kira tetep turun gak ya gajinya..

Mereka: gak turun kak!

Saya: kenapa?

Murid 1: karena ramahhh
Murid 2: karena baikkkk

Sip! They catch my point. Life isnt only about the result, u kno? Dan juga info ke mereka bahwa apapun akan ada yang nilai, apapun aspeknya. Kalo di dunia mereka saat ini ya mereka dinilai oleh Guru, juga Orang tua mereka.

Lalu saya keluarin juga properti yang (susah payah) saya bikin. Kumis dan Red Lips. Saya minta dua orang volunteer maju ke depan untuk jadi si pak boss kalo pegang kumis, dan jadi karyawan kalo pegang red lips. Saya minta si boss dan karyawan berdialog, si boss kasi tugas ke karyawannya.

image
Inspirasi properti dari Mba Darina ( keluargakamil.com ) terima kasih, mba..

image

Boss: Daffa, tolong hapusin papan tulisnya
Karyawan: baik, pak

Saya: kalo tugas sudah dikerjain, pak boss bilang apa?

Boss: makasih ya, Daffa

Saya: bagusss! Sekarang coba kalo karyawan gak nurut.

Boss: Daffa, coba tolong hapus papan tulisnya

Karyawan: aaaaahhhh ogah ahhhhhh!

Saya: kalo karyawan gak nurut, apa yang pak boss lakukan?

Boss: *dengan jumawa* kamu saya pecaaaaaattttttt!

Hiyaaaaaa pucing pala Bu Elsha, bisa banget anak kelas 3 SD jawab begitu :mrgreen: *rhetoric Padahal maksudnya ya diberi nasihat atau peringatan :p

Saya juga cerita ke mereka bahwa saya bisa hadir saat itu juga karena berusaha keras untuk bisa belajar ke jenjang lebih tinggi bahkan gratis kuliah, yang mana biaya kalo dibayarin sama ortu itu terbilang mahal, ortu gak akan sanggup… Saya ajak mereka untuk semangat belajar dan jadi orang berwawasan. Karena kan enak jadi orang berwawasan, kita bisa kemana aja 🙂

Yang bikin saya terpesona: mereka sangat menyimak apa yang kami ceritakan, bahkan saat Camera man, atau Videographer mau foto / video mereka, mereka sama sekali gak terdistraksi, tetep simak cerita. Kemana itu jiwa narsis mereka? Berfoto bersama pun setelah diajak oleh kami. Merasa sangat dihargai di sini, saya kembali ingat bahwa satu di antara passions saya adalah lecturing.. that’s why I really hope someday I will be a Lecturer 🙂

image

image

Kemudian sekitar jam setengah 3 siang kami closing di lapangan sekolah, panas-panasan, nyanyi lagu Tanah Airku (believe it or not, a lil’ drop of tear streamed my face). Nyanyi lagu itu sambil liat wajah-wajah mungil nan penuh semangat. Mimpi mereka masih nyata. Mimpi mereka dari yang unik: seperti jadi sosialita, sampai yang mulia: jadi ustadz, dan yang tinggi: astronot, malah seperti ‘nampar’ saya, lanjutan cita-cita saya gimana? Dah di follow up? Apah?! Takut? Kalo saya aja takut, bagaimana bisa saya ajak adik-adik itu kejar mimpi mereka? Ya kali, Sha…

All I can say, sayalah yang diinspirasi oleh mereka, semangat mereka nyata, dan lucunya setelah kegiatan ini saya rasanya kayak habis isi bensin! Energi saya recharge. Semangat lagi. Hihihihihi. Semoga begitu juga dengan adik-adik yang kami datangi, moga ada manfaat yang mereka dapat dari kami, moga mereka paham akan amanah dari sharing kami. Aamiin..

Sangat sangat sangat merekomendasi semua pembaca post ini untuk ikut serta Kelas Inspirasi. Bagi saya, Kelas inspirasi ini adalah bentuk balas budi saya pada dunia pendidikan, yang mana (alhamdulillah) saya hampir selalu dapat kemudahan untuk belajar ke jenjang lebih tinggi. Ini bentuk rasa syukur saya. So I pay it forward… 🙂

image

image

image

image

Take a look at the happy faces!

See u

Ps: kelas yang heboh nan responsive jauh lebih menentramkan hati Inspirator dibanding kelas yang kalem 😀

Photos credit to: @miftah_said @kaolinasvtris @darwinsxander go follow their Instagram 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Hari Inspirasi ~ Kelas Inspirasi

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s