Banking Experience

My wisdom leads me to use BCA well..

Dari kecil saya sudah diajarkan tentang Frugal Living untuk pengelolaan income, lebih tepatnya sih menyaksikan bagaimana Mami mengelola uang yang dikasih Papi ajaa soalnya saya gak pernah pegang uang 😀 Frugal Living itu bisa disebut juga hidup hemat dan efisien, bukan berarti kita gak bisa splurge sama sekali, tetapi lebih kepada mengurangi bersikap konsumtif. Sejak SD saya tidak pernah diberi uang jajan oleh Mami – Papi, jadi tidak ada income yang saya dapat 😀 hingga akhirnya saya kuliah, dan mendapatkan beasiswa baik biaya kuliah maupun tunjangan hidup dari kampus.

Karena sudah dapat income seadanya itulah saya harus punya wadah penyimpanan, mulailah tanya sini – situ sebaiknya bank apa yang saya pakai. Banyak yang menyarankan untuk buka rekening di BCA, termasuk Rektor kampus saat itu hihiihi. Tetapi sayangnya saya taruh di bank lain, di situlah penyesalan timbul di kemudian hari karena urusan perbankan tidak pernah semudah dengan BCA 😦

Hingga kemudian bekerja di salah satu perusahaan otomotif yang payroll bank nya adalah BCA, it means saya harus buka rekening baru… Sempat gak yakin akan bisa waktu mau buka rekening, masalahnya saya habis kecopetan, dompet dan KTP saya hilang, belum lagi saya habis ganti status dari Single menjadi Married yang mana butuh proses pembuatan KTP nya agar satu Kartu Keluarga dengan suami. Tanpa KTP gimana bisa saya bikin akun bank? Seakan saya tidak punya identitas kan…

Sesampainya di salah satu Kantor Cabang Pembantu (KCP) BCA yang dekat dengan kantor (tinggal nyebrang doang :mrgreen: ), langsung diambilkan nomer antriannya oleh Pak Security, belum sampai dua menit duduk di bangku tunggu, ada Customer Service stand by datangi saya, dan tanya keperluan saya apa, saya jelaskan bahwa saya mau buat akun BCA tetapi KTP saya hilang dan masih dalam proses pembuatan KTP baru, saya jelaskan juga saya punya Surat Keterangan Bekerja dari kantor dan dapat KTP Sementara dari Kecamatan, and you know what..? ternyata KTP Sementara itu bisa dijadikan ID untuk buat akun lho.. 😮 tapi dengan catatan jika KTP sudah jadi, maka saya harus datang kembali ke bank untuk update data. Oh! That’s really not a big deal. You guys have no idea how relief I was, seenggaknya saya bisa terima gaji bulan itu 😛

Kemudian saya diberi form untuk diisi sambil tunggu antrian, sehingga saat nomor antrian saya dipanggil, tinggal dibukakan akun BCA deh oleh Mba Customer Service nya, tidak perlu lagi isi form di meja CS yang mana sudah saya isi saat nunggu antrian tadi. Efisiensi waktu. Very impressive.

Tidak lama, sudah jadi deh kartu debit BCA saya. Dari situ transaksi debit credit jadi smooth. Literally smooth for all of any transactions. Nyesel kenapa gak dari duluuu? Should I list the advantages of using BCA?

  1. ATM nya banyak sekali… dalam radius sekian meter musti ada ATM BCA. Gak terlalu cemas kalau tiba-tiba cash habis (yang mana ini sering banget kejadian). Bahkan hampir di semua minimarket ada mesin ATM BCA.
  2. Sangat banyak Online Shop yang pakai rekening BCA sebagai rekening transaksinya. Jadi setelah deal dengan Seller, saya bisa langsung transfer right at the time dengan KlikBca, barang yang dipesan pun jadi bisa cepat dikirim dan sampai. Ini penting. Apalagi kalau ketemu Online Shop yang sistemnya “No Booking” dalam artian siapa yang transfer duluan, mereka yang akan dapat barangnya. Tanpa KlikBca saya bakal susah menang di dunia perang belanja ini 😆
payment-bca-only-watermark
Online Shop banyak yang terima transferan hanya dari BCA
  • Hampir semua yang saya kenal punya rekening BCA. Kalau mau bayar arisan, patungan kado ulang tahun teman, transfer ke keluarga, itu semudah saya buka aplikasi handphone nonton serial drama Big Bang Theory :mrgreen:
  • Transaksi gesek EDC di semua merchant selalu request pin ATM. Sukurnya semua merchant langganan saya baik itu grocery shopping, bakery, minimarket, electronic shop, pasti tersedia EDC BCA, dan setiap transaksi gesek di EDC BCA selalu request PIN. Jadi kalau kartu ATM BCA tiba-tiba hilang (amit-amit), kita sebagai Customer merasa aman 🙂
  • Nominal minimal transaksi / belanja jika ingin gesek di EDC BCA tergolong rendah dibanding bank lainnya. Misalnya kalau dengan BCA minimal belanja nya Rp 25.000,00 sedangkan dengan bank lain minimal Rp 50.000,00 atau Rp 100.000,00. Bahkan banyak merchant yang bilang “tidak ada minimal transaksi, Bu” saat saya tanya 😯 . Seperti di salah satu supermarket dalam Mall supermegah di Jakarta Selatan tidak ada minimal transaksi agar bisa gesek di EDC BCA. Pernah lho saya beli satu botol teh kemasan yang nilainya tidak lebih dari Rp 7.000,00 ternyata bisa gesek kartu debit BCA di EDC. Yeayness!  Hidup Cashless Society! *sumringah*

Dengan segala kemudahan tersebut saya tergerak untuk coba fasilitas BCA lainnya. Saya list yaa..

1. Buka Rekening BCA kedua!

Surprise? Oh, please don’t be.

Niat bikin rekening BCA kedua karena ingin memisahkan rekening dana operasional dengan rekening tabungan… Mungkin ada yang heran kenapa saya gak buka rekening bank lain aja. Dengan segala kemudahan BCA yang saya list di atas, bikin saya tidak mau ribet lagi, simple reason 😉

Ditambah lagi informasi dari Boss kalau beliau punya dua rekening BCA.  Makin bikin pengen 😀

Sesampainya di KCP BCA, diinformasikan bahwa dengan balance saldo saat itu belum memungkinkan bagi saya untuk nambah rekening BCA yang biasa, karena nominal saldo saat itu dianggap masih cukup dengan satu rekening.. hahahah yaaa masih secimitttt saldonya beda sama Pak Boss saya dong :mrgreen: . Tapi bukan BCA kalau tidak punya solusi. Saya disarankan buka TabunganKu. Sama-sama bank BCA, nomor rekeningnya berbeda dari yang pertama, bisa transfer dan terima dana, tapiii tidak bisa gesek di EDC BCA karena kan niatnya memang untuk nabung, bukan shopping :p

Jadilah setiap gajian, sejumlah angka tertentu saya transfer ke rekening TabunganKu tersebut dengan pakai fasilitas KlikBca. Gak perlu antri di ATM (yang mana pasti penuh tiap tanggal-tanggal gajian), antri di ATM nya nanti saja kalau butuh cash dan kira-kira antrian sudah gak panjang.

16-10-28-11-34-00-707_deco
Keypad KlikBCA legendaris
2. Bikin Flazz BCA

Flazz BCA sangat dibutuhkan untuk transportasi dan diskon (hahahaha. Sikap) awal bikin karena lihat teman kantor bikin Flazz yang gambar kartunya Hello Kitty. Saya tanya-tanya ke dia buat apa saja fungsinya, setelah tahu bisa untuk Commuter Line, juga Trans Jakarta yang mulai mewajibkan pakai kartu sebagai transaksi pembelian tiket, saya pun latah. Padahal saat itu saya belum butuh, karena pulang-pergi kantor memang tidak naik kereta ataupun TransJakarta.

My Duo Flazz BCA
My Duo Flazz BCA

Saat ke KCP BCA diberitahukan bahwa Flazz gambar Hello Kitty sudah habis! Zzzz cepet amat lakunya. Tapi tetap saja saya beli Flazz nya walau gambar kartunya dapat yang default saat itu, yang ujung-ujungnya Flazz perdana saya itu dibawa terus sama suami 😆 . Sekarang? Saya beli lagi Flazz, jadi total ada dua Flazz BCA di rumah, karena mulai sering pergi jalan atau survey cari rumah di Depok pakai Commuter Line, dimana selain untuk tiket Commuter Line, biaya parkir nya juga sudah mulai pakai Flazz. Gak perlu antri beli tiket di Loket Stasiun deh… tinggal tap then jump to the train, berguna banget kalau lagi buru-buru.

Flazz BCA ini sama dengan uang cash, atau istilahnya electronic money. Cara kerjanya tinggal tap di mesin yg disediakan, dan.. voila! Transaksi selesai! Untuk top up saldo Flazz bisa di ATM non tunai, juga di ATM tunai yang ada logo bisa top up Flazz, atau juga bisa ditempat-tempat yang kerjasama dengan BCA, misalnya di AlfaMart, AlfaMidi, Superindo, dll… Karena fungsinya sama saja dengan uang cash, maka Flazz ini bisa dipindah tangankan, sama seperti kasih uang ke teman gitu… tapi sayang ah kalo harus kasih ke orang lain, suka sama praktisnya soalnya 😆


3. Memakai Kartu Kredit BCA

You guys have no idea how happy I was when I got this message!

cc-bca-approval
SMS Kartu Kredit BCA Saya Telah Disetujui

BCA menurut saya termasuk yang selektif dalam menyetujui pengajuan Credit Card (CC) BCA yang dilakukan calon nasabahnya. Bahkan dari info yang saya dapat bahwa jika kita sudah diterima sebagai pengguna CC BCA, akan mudah untuk mengajukan CC Bank Lain. Dengan kata lain, persetujuan BCA menjadi indikator bagi bank lain bahwa nasabah tertentu credible atau tidak untuk disetujui. That shows us how selective BCA is. Karena niat saya bukan menjadi Credit Card abuser, maka cukup satu Credit Card in my life *kibas jilbab*

Kartu Kredit BCA ku
Kartu Kredit BCA ku

Credit Card ini sangat berguna. Awal bikin CC BCA pun adalah untuk tarik dana dari PayPal, hehehe.. berlanjut beli handphone baru yang ada promo cicilan 0% pas kebetulan handphone lama error, dan masih banyak transaksi harian lainnya. Selama ada promo cicilan 0% dan pas memang butuh, saya berprinsip lebih baik pakai fasilitas itu daripada beli tunai. Why? Coba bayangin beli handphone harga 2 juta, anggaplah tabungan kita 10 juta. Jika beli handphone nya tunai, tabungan kita sisa 8 juta kan? Kalau tiba-tiba setelah beli handphone secara tunai, lalu mendadak butuh  dana sebanyak 10 juta, bingung kan? Hihihi. Makanya mending gunakan cicilan 0%, duit tetap ada 10 juta buat dana darurat, handphone pun bisa didapat, tanpa bunga pula.

Gak rugi untuk transaksi sehari-hari, asalkan tagihan dibayar sebelum jatuh tempo, gak akan kena bunga kok. Pintar-pintar kita aja aturnya.

Oh ya, untuk transaksi sehari-hari, awalnya saya belum paham sama poin reward CC BCA, hingga suatu hari pada saat pakai transaksi di salah satu hypermarket, ditanya oleh Kasir “mau redeem poin kartu kredit BCA nya, Bu?” saya jawab ya. Saat terima struk nya saya bengong. Jumlah total harga belanjaan sekitar Rp 170.000,00 , tapi saya hanya perlu bayar sekitar Rp 80.000,00 *bahagiaaa*, ini kejadian pas menjelang akhir bulan pula, dimana tight money policy rumah tangga kan lagi parah-parahnya. Hati sang Bini ini pun berbunga-bunga 😆

So that’s it.

Sebagai anggota tetap Cashless Society dan penganut Frugal Living, BCA sangat membantu saya. Apa-apa tinggal transfer. Tinggal gesek. Uang cash diambil hanya untuk ongkos dan pegangan aja, misalnya pas pesen makanan yang dititip sama Mba OB di kantor, berarti kan harus kasih uang tunai.. atau tiba-tiba mau beli pempek depan kantor.. selebihnya gesekkk atau tap Flazz 😀 lebih aman lah yaa.. kalau pegang cash kemana-mana kan bawaannya pengen habisin cash terus :mrgreen:

Intinya tetap harus bijak dalam mengelola dana, memilih wadah penyimpan dana nya pun harus bijak. My wisdom leads me to use BCA well. 😉

Until next post, Fella….

berpartisipasi dalam “My BCA Experience” Blog Competition

#InovasiBCA #MyBCAexperience

Advertisements

12 thoughts on “Banking Experience

    1. Saya dulu sering pake Flazz buat buy 1 get 1 chatime, juga free upsize. Sekarang lg ada promo dunkin buy 1 get 1 bln oktober ini, mas. Tips: kalo wiken googling ttg promo flazz sebelum jalan aja.. semoga membantu 😉

      Like

  1. Well said.
    Aku juga pemakai BCA sampai sekarang belum niat ganti. Boleh juga dicoba bikin TabunganKu. Ribet nggak penggunaannya?

    Like

    1. Halloo.. aku sih dimudahkan pakai TabunganKu nya BCA. Untuk nabung aku tinggal pake klikbca transfer ke TabunganKu, gak usah ke atm deh.. karena kalo ke atm bawaanya pengen tarik cash mulu :mrgreen:

      Like

    1. Susah, Nda 😣 orang yg penghasilannya berkali lipat dr gue ada yg ga disetujui walau berkali2 ajuin.
      Selama ada BCA card gpp IMO, klo visa or mastercard kan dipakenya seringan di luar negeri..

      Like

  2. Gw juga seneng bgt pas terima sms approval cc bca gw, sis. Rasanya udah sah jadi working woman hahahaha. Eh lo masih simpen aja tuh sms? Udah lama pan?

    Like

    1. Ahhahaha jgn sampe kalap, Mi!
      Sms nya di hape lumia gue udah dari tahun 2014 😀 , dulu gue screenshoot saking senengnya, emang udah lama sih mau review BCA di blog, soalnya gue dan suami serba BCA.. jadi screenshoot nya gak gue hapus2 buat blog.

      Like

Tell me anything :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s