Year-End

Assalamualaikum.. halooww :mrgreen:

Long time not blogging. Kesimpen di draft aja postingannya. Ini kisah akhir tahun kami, seru-ngeselin-dan exciting, dan yang pasti: Allah Maha Baiikkkk !

Liburan 16 hari dari kantor usai sudah. Liburannya dikasi bukan karena saya ambil cuti, tapi emang semuanya diliburkan. huahauahauahau senang!

Well, akhirnya dihabiskan dengan di rumah, dan sesekali jalan keliling liat barang elektronik untuk isi rumah, dan liat gadget untuk bisnis (juga untuk dipake. Mas mulai pengen pake gadget baru. Hahaha.. liat aja, saya sabotase nanti!). tempat favorit cari-cari begituan selain net adalah Kokas dan Ambassador. Untuk barang eletronik lagi surga banget deh di akhir taun. Diskon dimana-mana! Ace hardware, home solution, electronic solution, Name it!!) Continue reading “Year-End”

Advertisements

URUS KEPENDUDUKAN #2

Part ini bahas gimana kami jalan sendiri urus semuanya. Part sebelumnya di sini.

Jumat pagi jam 10, kami berangkat ke kelurahan, ketemu pak A untuk ambil surat pengantar dari kelurahan untuk kecamatan. Kami bilang baik-baik ke pak A bahwa kami urus sendiri aja semuanya, dan sementara ktp asli jadi dua bulan, kami bikin ktp musiman dulu. pak A gak masalah. 😮

here we go. ke kecamatan dulu. urus ktp musiman.

to be noted: untuk urus ktp musiman, minta surat pengantar dari pak RT dan pak RW dulu. Siapin juga pas foto 2×3

DI KECAMATAN

Nah di kecamatan, ketemu petugasnya. sebut saja mbak x dan pak z.

Kami jelaskan kami ingin bikin ktp musiman. Dijawab gak bisa!! *panik* karena ktp musiman itu untuk warga yang punya ktp daerah, terus pengen bikin ktp setempat, dan statusnya belum dicabut dari kependudukan di daerah.

Lha mas udah dicabut kependudukannya dari malang, jadi gak bisa bikin ktp musiman.

Solusi yang ditawarkan kantor kecamatan untuk kami:

  • Case gue          : disarankan bukan ktp musiman, tapi bikin Kartu Identitas Pendatang Baru (KIP). mirip KTP bentuknya. karena dokumen gue belum lengkap, gue juga belum lapor disdukcapil bekasi, dan belum bikin skck. bayar administrasi 20ribu. BERES. (tapi peer nih, harus ke bekasi lagi urus skck dan surat pindah disdukcapil bekasi)
  • Case mas          : diminta lapor disdukcapil dulu, karena expire. radio dalam V kan jauh, ribet, untungnya si petugas kecamatan kasi solusi. kami cukup titip denda expire itu ke kecamatan, nanti kecamatan yang bawa ke disdukcapil. dendanya cuma 10ribu. ongkos ke radio dalam kan 15ribu (bensin). upah ketik surat pengantar dari kecamatan untuk kelurahan 15ribu. jadi kami cukup bayar 40ribu untuk surat-surat mas. BERES!!! gak perlu ke radio dalam jauh-jauh.

kembalilah kami ke kantor lurah. 😆

DI KELURAHAN

Di kantor lurah serahkan surat pengantar dari kecamatan tadi, dan dibuatkan lah kami surat resi, bayar lagi 20ribu. errrrr… ktp dan KK jadi dalam waktu 1.5 bulan untuk pendatang baru. yaayyy!!!

Surat resi-nya berguna untuk kemana-mana, ke bank, mudik, dsb. Jadi gak was-was lagi tanpa ktp.

Beres sudah.

Kalo ditotal-total pengeluaran kami (plus ongkos-ongkosnya):

  • KIP gue             : 600 rupiah (pas foto) + 10ribu (surat pengantar erte erwe) +20ribu (biaya administrasi bikin KIP di kecamatan = 30.600 rupiah.
  • KTP mas            : 20ribu (surat pengantar kelurahan- kecamatan)+40ribu (denda administrasi keterlambatan dan upah ketik administrasi)+20ribu (surat resi)=80ribu
  • ongkos kelurahan – kecamatan, pulang pergi = 27ribu
  • TOTAL BIAYA = 137.600

Saran

Lebih baik kita urus sendiri aja semua urusan kependudukan kita. Bukannya pelit, tapi gak mau ditipu kan?

Prosedurnya sebenernya simpel, tapi dibikin terlihat susah untuk kita, agar kita pakai jasa mereka, terus bayar mahal deh 😡

Contoh case mas tadi. Kelurahan bilang ke disdukcapil dulu karena expire suratnya, dan belum tentu juga diterima disdukcapil karena expirenya hampir setahun, kemudian ke kecamatan. panik deh kami, pengen pake jasa pak A. kena 200ribu kalo jadi.

Untungnya kami ke kecamatan dulu (thank Allah yang menggerakkan hati kami ke sana dulu untuk urus musiman), kecamatan bisa bantu dititipin denda ke disdukcapil. Cuma 10ribu plus 15ribu ongkos (25ribu). Beres :mrgreen:

EPILOG

call it long-bureaucracy.

Pulangnya jalan-jalan, buka puasa di tempat favorit. legaa!

Urus Kependudukan #1

PROLOG:

Mau jadi penduduk Indonesia yang baik dan taat aturan pemerintah ternyata juga ada hambatannya. Pungli. Membelotkan prosedur supaya terasa sangat panjang, dan akhirnya si rakyat jelata yang pingin cepet harus ngeluarin kocek yang wow (bisa lebih dari setengah juta 😯 )

Bukannya para PNS itu juga dibayar dari pajak-pajak yang kita bayar? terus kenapa harus ada pungli lagi? 😡

kalo pak erte, erwe masih paham, mereka gak digaji, jadi hati nurani kami aja yang ikhlas banget kasi dana sukarela. tapi pak erte dan erwe di rumah gue baik banget, gak minta. apalagi yang pak erwe, malah nyuruh misua masukin uangnya ke kotak amal. (GINI NIH!!! coba semua orang begini).

Ceritanya begini:

kami mau urus ktp agar jadi satu KK, jadi kalo si kecil lahir akta kelahirannya bisa mudah urusnya, gak ribet lagi.. :mrgreen: gak itu juga sih alasan utamanya, supaya urus ini itu gampang aja, gak harus ke malang or bekasi dulu.

dokumen-dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap. punya mas :

  1. surat keterangan pindah penduduk dari kelurahan dan kecamatan di malang
  2. surat dari disdukcapil Malang (means mas udah dicabut dari kependudukan malang)
  3. SKCK dari malang.
  4. KK Lama
  5. fotokopi surat nikah
  6. fotokopi KTP lama
  7. surat keterangan kerja dari kantor
  8. surat keterangan RT RW dari tempat yang sekarang

sedangkan yang punya gue :

  1. cuma surat keterangan pindah penduduk dari kelurahan dan kecamatan di bekasi. yang lainnya belom urus (peer banget, jadi yang ini belum diurus dulu)

Jadi ada dua case:

  • case mas           : dokumen lengkap, tapi surat disdukcapil Malang-nya expired
  • case gue            : dokumen belum lengkap, kurang SKCK dan surat disdukcapil dari Bekasi.

Pergilah gue ke kelurahan. Ketemu petugas kelurahan. liat-liat dokumen mas. si bapak kelurahan (sebut saja bapak A) bilang kalo mas mesti ke DISDUKCAPIL kota Jakarta dulu untuk bayar denda administrasi, terus ke kecamatan, baru ke kelurahan lagi. Karena surat disdukcapil malang punya mas udah lewat dari 14 hari masa berlaku. Disdukcapi jakarta di Radio dalam. PE-er 2!!

Karena gue gak mau ribet, akhirnya tanya gimana kalo si bapak A bisa bantu kami urus ke radio dalam, ke kecamatan, dan KTP jadi dalam waktu 1 minggu.

Harganya? 400ribu. mangstap. Bisa 200ribu, tapi jadinya 1.5bulan.

Gue belum bayar, tanya dulu malemnya ke misua. misua tolak mentah-mentah. iyalahhh, gimana sih elsha orang keuangan bukannya medit!! :mrgreen:

Akhirnya berusaha nego-lah kami dengan pak A, 400ribu tapi untuk dua ktp jadi, mas and me, plus KK. jawabannya gak bisa, kalo dua ktp jatuhnya 600ribu :shock:. Alasannya ” surat pindah disdukcapil dan skck mas dari malang udah expired, jadi agak ribet mengusahakan agar diterima kecamatan. dan orang kecamatan plus disdukcapil kalo liat orang kelurahan dapet projek begini, bakal minta jatah juga”

Kesimpulan tawaran biaya dari pak A:

  • 400ribu : KTP mas+KK+ KTP musiman gue (jadi dalam 1 minggu, dan pak A yang jalan ke kecamatan dan disdukcapil urus berkas-berkasnya)
  • 200ribu : KTP mas +KK (jadi dalam 1.5bulan, pak A yang jalan ke kecamatan dan disdukcapil urus berkas-berkasnya)
  • 600ribu : KTP mas+KK+KTP gue (jadi dalam 1 minggu, pak A yang jalan ke kecamatan dan disdukcapil urus berkas-berkasnya)

Singkat kata, Insting kami memutuskan untuk jalan sendiri aja. Bikin KTP musiman dulu, sementara KTP asli jadi dua bulan lagi. Butuh KTP nih buat buka rekening baru dan buat mudik.

Lagian KTP musiman langsung jadi dalam hitungan menit.

(to-be-continued)

Last Weekend

Sabtu minggu lalu, 16 Juni 2012

Paginya sempat bikin pastry-keju-coklat, coba-coba. lumayan… yang tadinya pengen dijadiin camilan, ternyata gak sampe 5 menit udah tandas. Diboikot sama misua :p . Sisa waktunya dihabiskan dengan survey lokasi bisnis para alumnus ITB (Sahabat-sahabat mas), survey nya diseputaran Rasuna Epicentrum termasuk di Plaza Festivalnya. saya sih gak ikut keliling-keliling nya, biarin mas dan mas adli aja lah ya 😀 saya cukup duduk manis sambil utak-utik laptop mas di EmSiDi (alias McD 😆 )

Akhirnya mereka ajak saya ke @epiwalk, survey lagi, muter-muter lagi (kali ini saya ikut keliling-keliling), dan nyemil pizza. Mengingat si adek-ganteng-nan-cerdas (Dendy) yang katanya mau dateng, alhasil saya dan mas gak pesen makanan di sini, biar makan di rumah ma dek Dendy aja. gak taunya.. belakangan si adek sms, katanya gak jadi ma’em di rumah. zzzz…

my favorite track in @epiwalk

Setelah survey, evaluasi sebentar. diputuskan untuk pending. tunggu hasil survey dari para sahabat-sahabat lainnya. Ngobrol sana-sini.

But i call that was really a quality time, ngobrolnya santai, tapi serius. Ringan, tapi berbobot… jadi inget Naujubileh. Apa kabar mereka ya?? sehat kah? masih waras kah? kapan ketemuan lagi?

Well.. that happened from 4 PM, till 9.PM. Kebetulan juga saat itu sempat ketemu dengan beberapa anak kampus, beberapa ngirain saya mau nonton Democreate UB Campus, beberapa ada yang invite karena kebetulan band 2007 main band nya.

Minggu 17 Juni 2012

Beres-beres rumah !!! mas ngepel, buang sampah dsb. saya nyuci piring, dan cuci baju yang belum dicuci dan gak dilaundry.

Jam 11.30 am, mas dipo, istrinya dan Dilan dateng!! heboh totally. Dilan lincahnyoo bukan main (jatuh cinta seketika pada Dilan). Main-mainin oven sama cetakan muffin yang ada di atas oven. belagak dia masak kue gitu.. heboh! selai coklat dan keju craft yang kebetulan ada di situ juga jadi adonan imaginary nya. gak sampe dituang beneran kok haha. jadi ceritanya saya lagi pengen bikin camilan pastry coklat keju lagi buat para tamu ini, pastry sheet nya juga masih banyak, tapi gak sempat, tamunya keburu dateng 😆

Jam 12.30an Dilan dan ibunya pulang ke rumah eyang nya. Mas dipo anter sampe stasiun tebet. habis ituuu mas diponya balik lagi ke sini, masih pengen ngobrol-ngobrol. pastry untuk camilan pun jadi. pastry ini emang ngotot banget saya bikin, soalnya mas adli mau dateng… sehari sebelumnya sama misua doi diiming-imingin pastry ini, penasaran lah mas adli jadinya.

Pastry pisang keju coklat a la @elshaparawira 😀

Mas adli dateng, langsung nyambar kuenya. mas lengah sedikit, pas liat piring udah kosong melompong. alhamdulillah dagangan kue-kue saya laku…:D

Well.. saya tumis daging plus kentang, saya bungkus lagi dengan pastry sheet. panggang. voila!! jadi baked-beef pastry yang idenya dapet dari maya. yummm… yang ini temen-temen mas saya jadiin kelinci eksperimen. habis!!, dan sisa daging tumisan nya dimakan pake nasi sama mas. lahapp banget. minta dibikinin lagi 😆

alhamdulillah..

well, seneng itu simpel, my versions are…

  • explore my hobby. dalam hal ini masak / baking. happy kalo ternyata dapet apresiasi juga kan? makanannya juga sehat. thank maya and google for this.
  • tamu adalah raja. baiknya isi kulkas dikeluarin dan disajikan semua (dan jangan berlebihan). buat mereka semua senyaman mungkin. lagipula kata Rasul rumah yang didatangi tamu jadi berkah kan??
  • and u know what? temen-temen mas minggu ini pada mau ngumpul lagi di rumah. hehehe.. ternyata walau rumah mungil begini masih ada yang betah dateng. alhamdulillah 🙂

 

ART

Tugas mereka? nyuci ngepel nyetrika masak beres-beres?

Awalnya sempet sounding ke mas pengen punya ART waktu kerja kemarin, kata sepakat pun timbul untuk cari yang deket rumah aja, jadi yang gak usah nginep. Maunya nanti si ART bantuin beres-beres rumah, siapin bahan masakan (biar saya sendiri yang masak, gak percaya ma tangan orang lain 😀 ), juga nyuci dan  nyetrika yang selama ini saya serahkan pada laundry deket rumah (paling males dua hal itu). Lagipula mas pernah bilang “istri itu GAK wajib kok masak, beres-beres dsb”. hihi.. love mas deh.

Well.. malah setelah dealing dengan mas itu, timbul rasa enggan punya ART. Saya ternyata masih menganggap rumah adalah area yang memiliki nilai privasi yang tinggi. Masih belom mau “diotak-atik” orang lain. Lagipula those stuffes sebenernya masih bisa dikerjain sendiri, cuma karena faktor males aja kali ya jadi pengennya ada ART :mrgreen:

Siapin bahan makanan? apa sih yg lama? ngupas bawang. oke, kupas bawangnya tiap wiken! 😆

Nyuci nyetrika? well… budget ngelaundry selalu ada.

Beres-beres? kerahkan pasukan (Suami, red) untuk kerja bakti tiap wiken. 😀

Dah itu aja.

Haha,, idealis ini timbul mungkin karena gak biasa ada ART di rumah, waktu kecil sampe kelas 2 SD aja ada ART, sampai gede semua sendiri oleh mami-papi, dan anak-anaknya dikerahkan untuk bantuin, dapet tugas masing-masing. hahaha

Baiklah.. tabung aja budget untuk ART, nanti aja setelah ada anak (aamiin insya Allah) baru pakai ART, mungkin.. jika ternyata ribet dengan rythme riweuh nya.  😀

 

Dream House

Our Dream House

Where’s the heaven we can find such this cozy house? Jakarta? big-big imposible.

Bukittinggi? Bogor? or..New Zealand?

It’s settled. We want it !